Tanya Jawab – WA SAS

Tanya-Jawab1Bersama: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini

Pertanyaan:

1. Bolehkah kita melakukan shalat fardhu 2 kali, contohnya stelah kita selesai shalat dhuhur secara berjama’ah atau sendiri kemudian kita pulang kerumah mengimami istri atau menemani teman yang terlambat mendapatkan jama’ah shalat ?

2. Apa hukum mengikuti program kesehatan pemerintah yaitu BPJS yang mana menggunakan sistim asuransi?

3. Apakah Yang lebih afdhol setelah salam dari shalat berjama’ah tetap duduk di posisi semula untuk berdzikir atau berpindah posisi untuk menghindari kebiasaan bersalaman setelah berdoa berjama’ah orang-orang awam ?

4. Apakah nasikah yg dilakukan stelah anak berusia diatas 21 hari tetap sah? Bahkan ada orang awam yang melakukan nasikahan sementara anaknya sudah berusia 1 tahun lebih?

Jawab:

1. Itu bukan melaksanakan shalat fardhu dua kali, tetapi yang kedua bersifat sunnah. Adapun mengulangnya untuk menemani teman yang terlambat shalat jama’ah ada contohnya dalam hadits. Adapun mengulangnya untuk menemani istri, ana tidak mengetahui adanya contoh dari Nabi.

2. Pada prinsipnya, mengikuti asuransi haram karena tergolong judi, apapun istilahnya. Namun, jika dipaksakan oleh pemerintah kepada setiap warga negara tanpa bisa mengelak darinya, hal itu terpaksa diikuti tanpa disertai niat dan tidak mengambil hasilnya, melainkan sebatas nominal uang yang kita setor saja, tidak boleh lebih dari itu.

3. Boleh, tetapi lakukan hal itu secara halus tanpa menimbulkan fitnah terhadap Anda dan dakwah, hendaknya Anda mendekati sebagian mereka untuk menyapa dan berbincang seadanya yang tentunya diawali dengan bersalaman untuk menghindari fitnah dan ke salahfahaman dari mereka.

4. Boleh, tetap disyariatkan selama belum baligh.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.