Status Pernikahan Yang Dicampur Dengan Adat?

Bersama: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini hafizhahullah

Pertanyaan:  Assalaamu’alaikum ustadz, bagaimana status pernikahan yang dicampur dengan cara adat, sah atau tidak dan bagaimana status anak mereka. Berikut penjabarannya:

  1. Kedua pengantin dimandikan secara bersama ditengah kerumunan undangan.
  2. Saat ijab qabul tangan pengantin wanita dan pria dipertemukan lalu tangan mereka tersebut ditutupi oleh kerudung.
  3. Yang menjadi wali nikah wanita adalah saudara tiri ayahnya yang ditunjuk oleh ayahnya sendiri karena ayahnya sakit.
  4. Penghulu yang mengucapkan ijab adalah penghulu adat dan ketakwaannya masih diragukan.

Mohon penjelasannya Baarakallahufiikum

Jawab: 

Tersimpulkan dari pertanyaan bahwa yang menikahkan adalah penghulu adat, bukan wali. Jika hal itu terjadi dengan perwakilan, tetapi kenyataannya perwakilan oleh wali diserahkan kepada ayah tiri. Tampaknya pernikahan tersebut tidak sah, karena yang menikahkan bukan wali bukan juga wakil. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.