Sholat Di Masjid Dekat Rumah Dengan jumlah Jama’ah Sedikit Atau Di Masjid Yang Banyak Jama’ahnya

 

Tanya-Jawab1Bersama: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini

Pertanyaan:

Mana yang afdhol sholat di  masjid dekat rumah dengan jamaah sedikit bahkan sering sholat sendiri atau sholat di masjid yang banyak jamaahnya? Ana sering adzan supaya masjid itu ditegakkan sholat jamaah namun ana terkadang merasa berat karena jarang ada yang datang kebanyakan sholat sendiri, barakallahufiikum

Jawaban:

Afdhal (lebih utama) shalat jamaah di masjid yang banyak jamaahnya.

Dibahas masalah ini oleh Syekh Shalih Fauzan dlm pembahasan kitab Al Muntaqa (kitab fiqh rutin tiap Sabtu malam di Riyadh Saudi), bahwa lebih afdhol ke masjid yang banyak jamaah nya.

Membeli Barang, Namun Barangnya Belum Diambil Tapi Dititipkan Di Toko Tersebut

 

Tanya-Jawab1Bersama: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini

Pertanyaan:

Apakah boleh membeli barang bangunan, namun barangnya belum diambil tapi dititip di toko tersebut dengan perjanjian sewaktu waktu dibutuhkan pemilik toko tersebut memberi barang yang sejenis jika barang yang dititip sudah diberikan kepada orang lain. Bolehkah jual beli tersebut?

Jawab:

Boleh, Perjanjian itu termasuk kategori meminjam (utang) barang lantas dibayar dengan barang semisal, dengan syarat dibayar persis dgn barang semisalnya dalam hal jenis, model, dan kuantitas, dan kualitas.

Suami Meninggal Sebelum Menunaikan Nazar Jika Istrinya Lulus PNS

 

Tanya-Jawab1Bersama: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini

Pertanyaan:

afwan, seorang suami bernazar jika istrinya lulus PNS ia akan berpuasa. lalu suaminya meninggal sebelum berpuasa padahal istrinya lulus PNS.  Apakah anak boleh menunaikan nazar ayahnya? barokallhufiikum.

Jawab:

Jika isterinya lulus sebelum sang suami meninggal dan sudah ada kesempatan berpuasa (tidak ada uzur sakit atau safar yang menghalangi) tetapi dia tunda hingga meninggal, boleh bagi anaknya (wali) mewakilinya berpuasa. Wallahu a’lam.

Ketika Imam, Lupa/keliru Dalam Jumlah Rakaat Shalat

 

Tanya-Jawab1Bersama: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini

Pertanyaan: 

Bismillah. Afwan mau tanya. suatu hari ana ikut sholat dhuhur berjama’ah, pada raka’at ketiga imam lupa dan tasyahhud dirakaat ketiga (imam menganggap rakaat ketiga itu adalah raka’at kedua) akhirnya imam melakukan 5 raka’at saat sholat dhuhur karena tidak mendengar isyarat ma’mum. Pertanyaannya bagaimanakah seharusnya yang dilakukan ma’mum pada saat rakaat ketiga tersebut, apakah berdiri menyelesaikan rakaat keempat dan melakukan sholat sendiri? Dan bagaimana pula tata cara sujud sahwi yang seharusnya imam lakukan ketika selesai sholat dan berdo’a baru diingatkan oleh ma’mum. Jazaakallahu khairan

Jawab:

Makmum yg menyadari kekeliruan itu tidak boleh mengikutinya dan langsung berdiri menyelesaikan rakaat keempat sendiri lalu salam tanpa sujud sahwi. Imam itu setelah diingatkan Wajib sujud sahwi asalkan jedah/rentang waktu antara salam dengan diingatkannya tidak lama dan belum keluar dari masjid. Wallahu a’lam.

Hukum Membaca Al-Fatihah Bagi Makmum

 

Tanya-Jawab1Bersama: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini

Pertanyaan:

Assalamualaikum. afwan akhi! apa ada panduan sifat sholat nabi yg menjelaskan tentang sholat berjamaah khususnya sholat jahr! Apa makmum berkewajiban membaca alfatihah ? Atau mengikut imam saja. Sebagaimana sabda nabi muhammad saw (barangsiapa sholat mengikuti imam, maka bacaan imam telah menjadi bacaannya juga) HR.IBNU ABI SYAIBAH, dan adapun hadis nabi muhammad saw yang lain yaitu (tidak sah sholat seseorang jika tidak membaca alfatihah) HR.BUKHARI, MUSLIM Baca Irwa hadits no 302 ana mohon penjelasan mengingat pentingnnya perkara sholat karena yang amalan yang paling pertama di hisab adalah sholat barakallahu fikum

Jawab:

Adapun mengenai bacaan al Fatihah makmum secara lengkap telah ana bahas di Majalah asy Syari’ah rubrik Problema Anda  edisi 92. Bisa dibaca juga di website Asy Syariah pada link berikut.

http://asysyariah.com/problema-anda-hukum-membaca-al-fatihah-bagi-makmum/