MEMBERIKAN NAMA ‘FATHIMAH AZ-ZAHRA’ UNTUK PUTRI

MEMBERIKAN NAMA ‘FATHIMAH AZ-ZAHRA’ UNTUK PUTRI

📝 Kepada Fadhilatus Syaikh ‘Ubaid bin ‘Abdillah Al-Jabiri hafizhahullah,

📂 Pertanyaan : Apa hukum nama ‘Fathimah Az Zahra’?

Beliau menjawab :

“Beliau radhiyallahu ‘anha namanya adalah Fathimah (pent : tanpa tambahan Az-Zahra) Beliau orang yang dikenal di kalangan orang-orang yang berilmu sebagai pemimpinnya para wanita alam semesta.

💡 Maka hal tersebut tidak boleh, karna termasuk kesalahan menamakan sang putri dengan ‘Fathimah Az-Zahra’. Dan aku khawatir ini merupakan salah satu bentuk kebathilan (yang dibuat oleh) kaum Syi’ah. Na’am…

Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/5049

〰〰〰〰〰〰〰〰〰

📌 حكم اسم فاطمة الزهراء؟

❐ لفضيلہ الشيخ /
عبيد بن عبدالله الجابري
حفظہ الله تعالـﮯ :

الســــــ❓ـــؤال :
مـــــا حــكــم اســم فـــــاطـمة الزهــــراء

الجـــــ✅ـــواب:
هي اسمها – رضِيَ الله عنها – فاطمة، وهي معروفة عند أهل العلم بسيدة نساء العالمين، فلا يجوز ذلك، فمن الخطأ تسمية البنت فاطمة الزهراء، وأخشى أنَّ هذا يعني من تُرَّهات الشيعة. نعم.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📮 *WhatsApp SaLaM || Salafy Makassar*
_Mempererat Ukhuwah dengan Salam_

🔵 *Channel Telegram* https://t.me/salafymakassar

TJ – BOLEHKAH BERDO’A DI WAKTU SUJUD MENGGUNAKAN BAHASA SELAIN MENGGUNAKAN BAHASA ARAB

TANYA JAWAB

BOLEHKAH BERDO’A DI WAKTU SUJUD MENGGUNAKAN BAHASA KITA, TIDAK MENGGUNAKAN BAHASA ARAB❓

Dijawab Oleh: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad As Sarbini حفظه الله

“Ini tadi sudah disinggung ya,…Ini kan sering ditanyakan,… masalah ini masalah khilafiyah…na’am.

Ana pernah tanya masalah ini ke Syaikhuna Syaikh Badr al Anazi, ana pingin (suara kurang jelas) beliau apa, beliau jawab dengan bercerita “saya ketika di Paris, Dauroh.. orang-orang sana nanya tentang masalah ini, akhirnya kata beliau (Syaikh Badr), saya telpon Syaikhku (Yaitu Syaikh Luhaidan)..Na’am..

Kata Syaikh Sholih al Luhaidan “memangnya kamu orang Paris, ko’ nanya begitu,…na’am..
Maksudnya, kata Syaikh Badr artinya Syaikh Sholih Luhaidan tidak punya jawaban..na’am.

⛔ Artinya, hindari masalah ini, beresiko..na’am..hindari berdo’a dengan bahasa selain bahasa arob dalam sholat.

❗ Meskipun ada orang yang mengatakan, apa bedanya bahasa arab dengan bahasa indonesia selama niatnya do’a bukan bicara dan kalau berdo’a bukan bicara… innamal a’malun binniat..

❗kalau niatnya membaca do’a..cuma versinya bahasa.. bahasa kita yakni bahasa indonesia. Tapi,do’a berarti bukan berbicara dalam sholat. Itu,yang menjadi dasar yang mengatakan bisa.
‘ala kulli haal dihindari…

▶ Sekarang butuh apa??, butuh sesuatu ingin dibaca ketika sujud, kan begitu.??

👉🏻Tidak tau bahasa indonesianya..eee..bahasa arabnya..cari orang yang pandai bahasa arab, minta dirangkaikan dulu bahasa arabnya bagaimana.. kemudian hafalkan..begitu..supaya TERHINRAR..

Na’am… thoyyib… Wallahu a’lam..

Download: Transkrip audio tanya jawab

Sumber: Kitab Panduan Syar’i Cara Bersuci Bab Tayammum (Pertemuan Pertama) || Kajian Rutin Makassar di Masjid Attaqwa BTP Blok C || Ahad 20 Jumadil Akhir 1438H/ 19 Maret 2017

TENTANG KISAH LABA-LABA DAN BURUNG MERPATI DI GUA TSUR

Tentang Kisah Laba-laba dan Burung Merpati di Gua TsurTentang Kisah Laba-laba dan Burung Merpati di Gua Tsur

Ditanyakan kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah :

“Apakah benar kisah sarang laba-laba dan dua burung merpati pada hari ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersembunyi di Gua Tsur ?

Jawab :
“Tidak, disebutkan oleh Ahli Sejarah bahwasanya ketika Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersembunyi di Gua Tsur maka Laba-laba membuat sarang dan burung merpati meletakkan ranting pohon untuk menutupi beliau, dan kisah ini adalah dusta, tidak benar. Tidak ada satupun dalil yang dinukilkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bahwa Laba-laba membuat sarangnya dan menutupi beliau begitupula burung merpati yang seandainya orang menoleh akan mengatakan : “oh, disini tidak ada seorang pun”.
Akan tetapi yang benar adalah, Allah membutakan mata mereka (orang-orang Quraisy yang mengejar Rasulullah dan Abu Bakr,-red), karena itulah Abu Bakr berkata :
“Wahai Rasulullah, andai salah satu mereka menoleh ke arah kaki mereka, niscaya mereka akan melihat kita”
itu karena tak ada satupun penghalang yang menghalangi pandangan mereka.
Maka tidak benar untuk disebutkan pula Laba-laba dan Burung merpati pada kisah bersembunyinya Rasulullah di Gua Tsur.

Dan karena (kisah yang tidak benar ini,-red) akhirnya kebanyakan manusia memuliakan Laba-laba, dengan mengatakan “Jangan membunuhnya..,karena dia telah membuat sarang untuk menyembunyikan Rasulullah, adapun cecak boleh dibunuh karena dia telah meniupkan api kepada Nabi Ibrahim ‘alaihisshalatu was salaam.” Maka dengan ini dia memuliakan Laba-laba.

Kita katakan : Tidak benar, Laba-laba juga boleh dibunuh jika menganggu sebagaimana hewan lainnya, Laba-laba terkadang mengganggu dengan membuat sarang di buku-buku atau di dinding-dinding, maka boleh dibunuh.
Bahkan terdapat hadits yang memerintahkan untuk membunuh Laba-laba akan tetapi haditsnya lemah.

Sumber : Liqà Al Bàb Al Maftùh 229 Pertanyaan ke : 4

? قصة عنكبوت الغار والحمامتين ?

سُئل الشيخ محمد بن صالح العثيمين –رحمه الله-

❍ هل عش العنكبوت والحمامتين وارد يوم اختفى الرسول صلى الله عليه وسلم في غار ثور؟

فأجاب رحمه الله:
✨ لا، يذكر المؤرخون: أنَّ النبي صلى الله عليه وسلم حين اختفىٰ في غارِ ثور عشَّشت عليه العنكبوت ووقعت الحمامة علىٰ غُصنِ شجرة؛ وهٰذا كذب لا صحة له، ولا فيه آية للرسول عليه الصلاة والسلام ينقل، أي إنسان تُعشِّش العنكبوت وتكون حوله حمامة إذا رآه من يراه يقول: ما في أحد؛ لكن الرسول عليه الصلاة والسلام أعمى الله أبصارهم عنه؛ ولهٰذا قال أبو بكر: (يا رسول الله! لو نظر أحدهم إلىٰ قدَمِهِ لأبْصَرَنا)؛ لأنَّه لا يوجد مانع، فالعنكبوت والحمامة لا صحة لذكرهما عند اختفاء النبي صلى الله عليه وسلم في غار ثور.

■ ولهٰذا يحترم كثير من الناس العنكبوت، يقول: لا تقتلها؛ لأنها عششت على النبي صلى الله عليه وسلم، فإذا كان الوزغ يُقتل؛ لأنَّه كان ينفخ في النار على إبراهيم فهٰذه تُكرَم؛ فنقول: لا، العنكبوت تُقتَل إذا آذت مثل غيرها، وهي تؤذي بعض الأحيان تعشش على الكتب وعلى الجدار فتُقتل؛ بل في حديث لٰكنه ضعيف الأمر بقتل العنكبوت.

المصدر: لقاء الباب المفتوح (اللقاء: 229 /السؤال: 4)

https://telegram.me/mukhtarat_salafia

APA HUKUM MENGAKHIRKAN SHALAT KARENA SAKIT?

APA HUKUM MENGAKHIRKAN SHALAT KARENA SAKIT?

? Asy-Syaikh Sholih Al Fauzan حفظه الله

Pertanyaan: Apa hukum mengakhirkan shalat dan shalat dirumah karena sakit, apakah dia berdosa ?

Jawab:

(Boleh) Bagimu untuk menggabungkan dua shalat karena sakit, jika engkau sulit untuk shalat disetiap waktunya maka bagimu untuk menjamak (menggabungkan), boleh di awal waktu (jamak taqdim) atau diakhir waktu (jamak ta’khir) antara shalat Dhuhur dan Ashar dan antara shalat Maghrib dan ‘Isya.

Dengarkan Audio & Download Di Sini

———————————-

ما حكم تأخير الصلاة بالنسبة للمريض.

السؤال:
ما حكم تأخير الصلاة؟ والصلاة في البيت بسبب المرض هل عليه أثم؟

الجواب:
لك أن تجمع بين الصلاتين لأجل المرض إذا كان يشُق عليك كلُ صلاة في وقتها فلك أن تجمع، إما في أول الوقت جمع تقديم أو في آخر الوقت جميع تأخير بين الظهر والعصر وبين المغرب والعشاء.

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/15715

ADAKAH DALIL TENTANG MEMBACA SURAH AL BAQARAH KEPADA ORANG YANG KESURUPAN/KERASUKAN?

ADAKAH DALIL TENTANG MEMBACA SURAH AL BAQARAH KEPADA ORANG YANG KESURUPAN/KERASUKAN?

? Asy-Syaikh Sholih Al Fauzan حفظه الله

Pertanyaan: Apakah ada dalil tentang membaca surah Al Baqarah kepada orang yang kesurupan/kerasukan ?

Jawab:

“Kami tidak mengetahui akan adanya dalil tentang membacakan surah Al Baqarah (kepada orang kesurupan), hanyalah yang ada adalah membacakan padanya Ayat Kursiy, adapun membaca surah Al Baqarah ini didalam rumah, syetan akan lari, sebagaimana dalam hadits bahwasanya syetan akan lari dari rumah yang dibacakan didalamnya surah Al Baqarah, dan mereka yaitu para syetan tidak akan mampu melawannya.”

Audio & Download Disini

———————————————-

هل هناك دليل على قراءة سورة البقرة على من به مس

السؤال:
هل هناك دليل على قراءة سورة البقرة على من به مس؟

الجواب:
لا نعرف دليلاً على قراءة سورة البقرة إنما الذي يقرأ منها هو آية الكرسي وأما قراءة سورة البقرة هذا في البيت الشيطان يفر كما في الحديث  يفر من البيت الذي تقرؤ فيه سورة البقرة ولا يطيقها البطلة يعني الشياطين.

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/15676

KENAPA MASIH TERKENA KESURUPAN DAN ‘AIN?

KENAPA MASIH TERKENA KESURUPAN DAN ‘AIN?

Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan  حفظه الله

Pertanyaan: Kami mendapati pada sebagian manusia, tertimpa penyakit ‘ain (pandangan mata dengki) dan kesurupan padahal dia senantiasa menjaga dzikir-dzikir pagi dan sore !?
maka apakah ukuran hal yang demikian tersebut?

Jawab:

Jika Allah menghendaki untuk menimpakan sesuatu kepadanya, maka Allah akan membuatnya lupa atau sibuk dengan perkara lain yang dengannya dia tidak berdzikir pada hari itu (dan dia pun ditimpa ‘ain atau kesurupan,-red)

***************************************************************

? كيـف يصـاب الإنسـان بالمـس والعيـن ؟

• للشيخ/ صالح الفوزان حفظه الله

✏الســؤال :
■ نجد أن بعض الناس يصاب بمس أو عين مع أنه يتحصن بالأذكار صباحاً ومساءًا
↶ {فما هو الضابط في ذلك} ؟

?الجــواب :
■ إذا أراد الله أن يصيبه شيء

■ يتخلى عن الذكر في هذا اليوم
↶ ينساه أو يشغله عنه .

““““““““““““`
? المصـــدر :
www.alfawzan.af.org.sa/node/14626

PERBEDAAN ANTARA HADITS QUDSY DAN HADITS NABI

Perbedaan Antara Hadits Qudsy dan Hadist NabiPERBEDAAN ANTARA HADITS QUDSY DAN HADITS NABI

Asy Syaikh Sholih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan:

Apakah perbedaan antara Hadits Qudsiy dan Hadits Nabawiy ?

Al Jawab:

Hadits Qudsiy;  Lafadz dan Maknanya dari Allah Subhana wa Ta’ala yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

Adapun Hadits Nabawiy; Maknanya merupakan wahyu dari Allah adapun Lafadz-lafadznya dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

***

Download Audio – Disini

Sumber:http://alfawzan.af.org.sa/node/15663

———————————————————-

سؤال:

ما الفرق بين الحديث القدسي والحديث النبوي؟

الجواب:

ـ الحديث القدسي:

هو ما كان لَفْظهُ ومعناهُ من الله سبحانهُ وتعالى يروِيهُ عنهُ رسولهُ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) ،

وأما الحديث النبوي:

فهو ما كان معناه وحياً من الله وألفاظهُ من الَّرَسُول (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ).

Hukum Talak Melalui Whatsapp

Hukum Talak Melalui WhatsappHUKUM TALAK MELALUI WHATSAPP

Oleh: Al Ustadz Muhammad as Sarbini hafizhahullah

Pertanyaan:

bismillah, Bagaimana hukum seorang wanita yang ditalak atau mengirim talak melalui whatsapp dengan kata “saya menalak istri (menyebut nama istri) dengan talak 3”.

# Talak dikirim ke istri dalam keadaan tidak haid.

Bagaimana status istri tersebut sekarang terhadap suaminya dan status talaknya apa sah dan sudah langsung 3.

Jazakallahu khairan.

Jawab:

Jika benar itu ditulis oleh suaminya, talak itu sah dan jatuh talak satu, bukan talak tiga. Ini yang benar dalam masalah ini.

Hukum Bermain Catur

Hukum Bermain CaturHUKUM BERMAIN CATUR

Oleh: Al Ustadz Muhammad as Sarbini hafizhahullah

Pertanyaan: Sebagian kaum muslimin saat ini suka bermain catur, bahkan sebagian orang tua membelikan catur untuk anak-anak mereka.

Mohon nasehat ustadz tentang hukum bermain catur? dan adakah juga larangan untuk menyimpan buah dan bidak catur.

Jawab:

Permainan catur termasuk permainan yang diperselisihkan ulama.
Adapun Ibnu Taimiyah dan Ibnu Utsaimin melarang karena sangat kuat pengaruhnya dalam melalaikan dari ibadah. Berdasarkan pendapat ini, maka menyimpan buah catur, jika hal itu akan menjadi wasilah yg menyeret bermain catur, maka tidak boleh.

Wallahu a’lam.

Manakah Yang Lebih Utama Hidup di Makkah atau di Madinah

MANAKAH YANG LEBIH UTAMA HIDUP DI MAKKAH ATAU DI MADINAH ?!?

Dijawab oleh Asy-Syaikh Al Imam Al Jarh wat Ta’dil Al Muhaddits Robi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah.

Pertanyaan: Manakah diantara keduanya yang lebih afdhal/utama hidup (tinggal/menetap) di Makkah atau di Madinah ?!?

Jawab:

Hidup (tinggal/menetap) di Makkah itu lebih utama, adapun wafat (meninggal) di Madinah itu lebih utama

Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang bersabar atas cobaan dan kesusahan hidup di Madinah maka aku akan memberikan syafaatku dan aku menjadi saksi baginya di hari kiamat” [¹]

Ini diantara kelebihan Madinah, Al Mafdhul (yang keutamaannya lebih rendah) terkadang memiliki kelebihan dan kekhususan yang tidak didapatkan pada perkara yang Al Fadhil (yang keutamannya lebih tinggi).

Maka Makkah mempunyai banyak keutamaan dan Madinah juga mempunyai keutamaan yang banyak.

Diantara (keutamaan) di Makkah yaitu shalat di masjidnya (Masjidil Haram) memiliki seratus ribu shalat dan shalat di Masjid Nabi (Madinah) memiliki keutamaan seribu shalat [²], dan shalat di Baitul Maqdis (Masjid Al Aqsha) memiliki keutamaan 500 shalat [³].

dan terdapat beberapa keutamaan (yang lain) di Madinah yang keberkahan didalamnya berlipat ganda, seperti keberkahan pada makanannya, pada kurmanya, (dan lainnya) lebih banyak dan berlipat ganda dibanding Makkah, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mendoakan padanya (Madinah) keberkahan sebagaimana Ibrahim alaihis shalatu was salam mendoakan (Makkah) dengan (kebaikan) yang berlipat ganda [⁴].

Maka Makkah mempunyai keutamaan, padanya ada shalat seratus ribu, padanya ada Masjid Ka’bah, padanya ada syiar-syiar ibadah Haji, dan kehormatannya sangat (besar), dan tidak berbeda dalam pengharaman membunuh binatang buruan dan menebang pohon di Makkah,
berbeda dengan Madinah, walaupun hadits-hadits yang tsabit/ada bahwasanya tidak boleh untuk menebang pohonnya dan tidak boleh memburu hewan buruannya, sampai-sampai Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata :

((لَوْ رَأَيْتُ الظِّبَاءَ بِالْمَدِينَةِ تَرْتَعُ مَا ذَعَرْتُهَا))

“Seandainya aku melihat seekor kijang sedang digembalakan di Madinah ini tentu aku tidak akan membuatnya terkejut (mengganggunya)” [5]

————————–

Catatan kaki :

  1. Potongan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Al Hajj hadits 1363
  2. dikeluarkan oleh Ahmad 3/343 & 397 dan Ibnu Majah hadits No. 1406 dari Jabir radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

((صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ)).

” Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.”

Dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Al Irwa’ 4/136

  1. Diriwayatkan oleh At-Thahawiy dalam Musykilul Atsar 609, Al Bazzar dalam Musnad 4143, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3854 dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

فَضْلُ الصَّلاَةِ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ عَلَى غَيْرِهِ : مِئَةُ أَلْفِ صَلاَةٍ وَفِي مَسْجِدِي : أَلْفُ صَلاَةٍ وَفِي مَسْجِدِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ : خَمْسُ مِئَةِ صَلاَةٍ

Keutamaan shalat di Masjidil Haram di bandingkan dengan masjid lainnya seratus ribu kali lipat shalat, dan di masjidku (Masjid Nabawi Madinah) seribu kali lipat shalat, dan Masjid Baitul Maqdis (Masjid Al Aqsha) lima ratus kali shalat di tempat lain.

  1. Riwayat Al Bukhari dalam Fadha’ilul Madinah hadits 1873 dan Muslim dalam Al Hajj hadits 1369 dari Anas radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

:((اللهمَّ اجْعَلْ بِالْمَدِينَةِ ضِعْفَيْ مَا جَعَلْتَ بِمَكَّةَ مِنْ الْبَرَكَةِ)).

“Ya Allah, jadikanlah berkah pada Madinah dua kali lipat dari berkah yang Engkau berikan pada Makkah”.

  1. Riwayat Al Bukhari dalam Fadha’ilul Madinah hadits 1873 dan Muslim dalam Al Hajj hadits 1372

Sumber : Kitab Adz-Dzari’ah ila Bayan Al Maqhasid Asy-Syari’ah Jilid 3 halaman 382 & 383 oleh Al ‘Allamah Al Mujahid Al Imam Rabi’ bin Hadiy hafizhahullah wa ro’ah dan semoga Allah memanjangkan umurnya dalam ketaatan pada-Nya.

**

سئل إمام أهل السنة حامل لواء الجرح والتعديل بحق وإن رغمت أنوف العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله :

أيهما أفضل العيش في مكة أم المدينة ؟

فأجاب حفظه الله ورعاه : العيش في مكة أفضل والموت في المدينة أفضل، لأن النبي صلى الله عليه وسلم يقول عمن مات في المدينة (( مَنْ صَبَرَ عَلَى لَأْوَائِهَا وَشِدَّتِهَا، كُنْتُ لَهُ شَهِيدًا أَوْ شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ» يَعْنِي الْمَدِينَةَ )) (1)
هذه من مزايا المدينة، والمفضول قد تكون فيه مزايا وخصائص لا توجد في الفاضل، فمكة لها فضائل والمدينة لها فضائل، وفي الجملة مكة أفضل الصلاة في مسجدها بمائة ألف صلاة، والصلاة في مسجد الرسول صلى الله عليه وسلم بألف صلاة(2)، وفي بيت المقدس بخمسمائة(3)، ويوجد مثل هذه الفضيلة في المدينة، فالبركة فيها المضاعفة، البركة في الطعام في التمر في المدينة مضاعفة على مكة؛ لأن الرسول صلى الله عليه وسلم دعا لها بالبركة بمثل ما دعا إبراهيم وضعفه(4)، فمكة فيها الصلاة بمائة ألف، وفيها مسجد الكعبة، وفيها مشاعر الحج، وحرمتها أشد، لم يختلفوا في حرمة قتل الصيد وفي قطع الشجر في مكة، واختلفوا فيه في المدينة، وإن كانت الأحاديث ثابتة أنه لا يجوز أن يقطع شجرها، ولا يصاد صيدها، حتى أن أبا هريرة رضي الله عنه يقول :((لَوْ رَأَيْتُ الظِّبَاءَ بِالْمَدِينَةِ تَرْتَعُ مَا ذَعَرْتُهَا))(5)

الحاشية
(1) قطعة من حديث رواه مسلم في ((الحج)) حديث [1363]
(2) أخرج أحمد (343/3و397)، وابن ماجه في ((إقامة الصلاة))حديث [1406] من حديث جابر رضي الله عنه. أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ((صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ)).
وصححه البوصيري في ((مصباح الزجاجة))(13/2)، وقال الحافظ في ((الفتح)) (81/3):((رجال إسناده ثقات)). وصححه الألأباني في ((الإرواء))(136/4).
(3) روى الطحاوي في (( مشكل الآثار)) [609]، والبزار في ((مسنده))[4142]، والبيهقي في ((شعب الإيمان))(3854-الرشد)عن أبي الدرداء رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ((فَضْلُ الصَّلَاةِ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ عَلَى غَيْرِهِ مِائَةُ أَلْفِ صَلَاةٍ، وَفِي مَسْجِدِي أَلْفُ صَلَاةٍ، وَمَسْجِدِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَمْسُ مِائَةِ صَلَاةٍ)).
(4)روى البخاري في ((فضائل المدينة))حديث[1885]، ومسلم في ((الحج)) حديث[1369]عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:((اللهمَّ اجْعَلْ بِالْمَدِينَةِ ضِعْفَيْ مَا جَعَلْتَ بِمَكَّةَ مِنْ الْبَرَكَةِ)).
(5)رواه البخاري في ((فضائل المدينة)) حديث[1873]، ومسلم في((الحج))حديث[1372].

المصدر : كتاب الذريعة إلى بيان مقاصد الشريعة (ج3/ص382و383)
للعلامة المجاهد الإمام ربيع بن هادي حفظه الله ورعاه وأطال في عمره على طاعته

Sumber Nukilan :
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=150388#entry707483

——————————-

Tambahan Fawaid :

# Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin ‘Umar radhiyalllahu anhuma Rasulullah bersabda :

من استطاع أن يموت بالمدينة فليمت بها ، فإني أشفع لمن يموت بها

“Barangsiapa di antara kalian yang mampu meninggal di Madinah, hendaklah dia berusaha meninggal disana, karena sesungguhnya syafa’atku bagi siapa yang meninggal di sana”.

Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ No. 6015

# Rasulullah -Shallallahu ‘Alaihi Wasallam- bersabda :

إن إبراهيم حرّم مكة ، ودعا لها ، وإني حرمت المدينة كما حرّم إبراهيم مكة ، ودعوت لها في مدها وصاعها مثل ما دعا إبراهيم لمكة

“Sesungguhnya Ibrahim telah mengharam/mensucikan Makkah dan berdoa untuknya, dan sekarang aku haram/sucikan Madinah sebagaimana Ibrahim telah mengharam/mensucikan Makkah, dan aku berdo’a untuknya di mud-nya dan sha’-nya sebagaimana Ibrahim berdoa untuk Makkah”.

Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari No. 2129 dari Sahabat Abdullah bin Zaid radhiyallahu anhuma

# Rasulullah -Shallallahu ‘Alaihi Wasallam- bersabda tentang keutamaan dan keberkahan makanan dan kurma di Madinah :

من أكل سبع تمرات مما بين لابتيها حين يصبح لم يضره سم حتى يمسي

” Barang siapa yang memakan 7 buah kurma diantara (Kurma yang tumbuh di Madinah) pada waktu pagi, maka ia tidak akan mendapatkan bahaya dari racun hingga waktu petang”.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya No. 2047 dari Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash

# Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إن الإيمان ليأرز إلى المدينة كما تأرز الحية إلى جحرها

“Sesungguhnya keimanan akan kembali ke Madinah seperti kembalinya seekor ular ke dalam lubangnya”.

Diriwayat Imam Bukhari dalam Shahih-nya dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu

: كتبه

أخوكم أبو بلال المكسري عفا الله عنه و عن والديه