MENGADAKAN ACARA MAKAN-MAKAN KETIKA SELAMAT DARI SUATU MUSIBAH

acara makan sehubungan dengan selamat dari musibahHukum mengadakan walimah (pesta perjamuan/acara makan-makan,-red) sehubungan dengan selamatnya seseorang dari suatu peristiwa/musibah/kecelakaan

Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan :
Fadhilatus Syaikh, apakah hukumnya mengadakan walimah/pesta sehubungan dengan selamatnya seseorang dari sebuah peristiwa/musibah/kecelakaan ??

Jawab :

“Tidak mengapa bagi seseorang jika selamat dari sebuah musibah untuk membuat makanan dan membagikannya kepada fakir miskin sebagai rasa syukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat tersebut.

Oleh karenanya Ka’ab bin Malik radhiyallaahu ‘anhu pernah berkata :
‘termasuk dari (perwujudan) taubatku (yang diterima,-red), aku akan mengeluarkan dari hartaku sebagai sedekah kepada Allah dan Rasul-Nya’

Adapun membuat makanan dan mengundang orang-orang yang dicintai, karib kerabat, tetangga maka ini bukanlah termasuk pendekatan (ibadah), akan tetapi dia bukanlah bid’ah, karena dia tidak menjadikannya sebagai bentuk ibadah, hanya sebagai bentuk kegembiraan maka tidaklah mengapa dengannya.”

Liqa’àt Al Bàb Al Maftùh 102

حكم إقامة الوليمة بمناسبة سلامة الشخص من الحادث

للشيخ العلامة محمد بن عثيمين رحمه الله

السؤال:فضيلة الشيخ: ما حكم إقامة الوليمة بمناسبة سلامة الشخص من الحادث؟

الجواب:

لا حرج على الإنسان إذا سلم من حادث أن يصنع طعاماً ويوزعه على الفقراء شكراً لله تعالى على هذه النعمة, ولهذا قال كعب بن مالك: (إن من توبتي أن أنخلع من مالي صدقة إلى الله ورسوله).
وأما أن يصنع طعام ويدعى إليه الأحباب والأقارب والجيران فهذا ليس بقربة، ولكنه ليس ببدعة؛ لأنه لا يتخذ على أنه عبادة، ولكنه من باب الفرح، فلا بأس به.

لقاءات الباب المفتوح [102]

رابط المقطع الصوتي
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_102_06.mp3

▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂
جزى الله خيرا من قرأها وساعدنا على نشرها

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *